Berita

Gebrakan Sanggar Marimoi IAIN Ternate di Panggung Legu Tara No Ate 2026: Hipnotis Penonton Lewat Tarian Sakral

Jumat, 23 Oktober 2026 Husna 285 kali dilihat
Gebrakan Sanggar Marimoi IAIN Ternate di Panggung Legu Tara No Ate 2026: Hipnotis Penonton Lewat Tarian Sakral
Keterangan Foto: Jojaru dan Ngongare sedang tampil dengan Tarian Samrah dan Kapita serta pemain tifa dan seruling di Festival Legu Tara No Ateh di Kedaton Kesultanan Ternate pada Kamis malam (22/10/2026).

TERNATE – Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate yang tergabung dalam Sanggar Marimoi Seni dan Budaya sukses menyita perhatian publik dalam panggung Festival Legu Tara No Ate 2026. Penampilan memukau tersebut berlangsung di Halaman Kedaton Kesultanan Ternate pada Kamis malam (22/10/2026).

Festival yang mengusung tema "Ternate Bersatu, Berkisah, Mendunia" ini diselenggarakan sejak 16 hingga 24 Oktober 2026. Dalam gelaran bergengsi tersebut, Sanggar Marimoi IAIN Ternate menghadirkan dua pertunjukan seni unggulan, yakni Tarian Samrah dan Tarian Kapita.

Tarian Samrah tampil pada urutan ke-7 dengan melibatkan 18 orang penari perempuan (Jujaro). Berbalut gamis putih anggun yang dipadukan dengan sorban hitam-putih di kepala, para penari tampil sangat kompak dan harmonis hingga memukau ratusan pasang mata penonton yang hadir.

Tak kalah menyedot perhatian, Tarian Kapita yang tampil setelah tarian Samrah, menjadi salah satu penampilan andalan Sanggar Marimoi pada malam itu. Sebanyak sembilan penari pria (Ngongare) membawakan tarian ini dengan penuh energi dan daya pikat. Menariknya, Ketua Sanggar Marimoi, Indra Abu Habib, turun langsung menjadi bagian dari Sembilan penari Kapita tersbut. Kepemimpinan dan kepiawaian Indra yang dikenal memiliki keahlian dalam berbagai tarian daerah Maluku Utara turut memberikan ruh dan kekuatan tersendiri pada penampilan malam itu.

Keunikan peertunjukan ini terletak pada pengiringan musik secara langsung (live music) menggunakan alat musik tradisional tifa dan seruling yang dimainkan sendiri tim Sanggar Marimoi. Kehadiran aroma kemenyan dalam rangkaian pertunjukan turut memperkuat kesan sakral dan magis pada tarian tersebut.

Penyajian kreasi baru Tarian Kapita ini mendapat apresiasi setinggi-tingginya dari para alumni Sanggar Marimoi. Mereka mengaku bangga dan tidak menyangka pengurus Sanggar Marimoi tahun 2026 mampu menciptakan sentuhan koreografi serta pertunjukan yang segar dan berbeda dari penampilan Tarian Kapita yang ditampilkan oleh Sanggar atau sekolah-Sekolah yang sudah tampil sejak tanggal 16 Oktober 2026 di Festival Legu Tara No Ateh. Antusiasme penonton pun terlihat dari banyaknya warga yang mengabadikan momen dan bahkan ada yang meminta dan ingin membuat dokumentasi video pendek seusai para Ngongare tampil.

Melalui keikutsertaan Jujaro dan Ngongare Sanggar Marimoi dalam Festival Legu Tara No Ate 2026, berharap generasi muda semakin mencintai dan melestarikan kebudayaan Maluku Utara, hingga mampu membawanya dikenal di kancah internasional.

Ketua Sanggar Marimoi, Indra Abu Habib menyampaikan bahwa keaktifan Sanggar Marimoi di panggung-panggung budaya daerah menjadi sarana strategis untuk mempromosikan kampus IAIN Ternate khususnya Sanggar Marimoi Seni dan Budaya kepada para siswa di tingkat MA, SMA, SMK, dan sederajat di seluruh wilayah Maluku Utara. 

"Diharapkan keikutsertaan Sanggar Marimoi dalam berbagai festival dapat meningkatkan minat siswa MA/SMA/SMK/Pesantren/Sederajat untuk kuliah di IAIN Ternate dan bergabung di Sanggar Marimoi Seni dan Budaya IAIN Ternate," Ujar Indra.

Keikutsertaan civitas akademika IAIN Ternate dalam ajang festival budaya ini menegaskan komitmen perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) dalam merawat kearifan lokal (local wisdom) serta memperkuat sinergi antara nilai-nilai keagamaan, pendidikan, dan kebudayaan Nusantara. 
Bagikan berita

Pendaftaran mahasiswa baru dibuka setiap tahun.

Daftar Sekarang