Keterangan Foto: Mahasiswa KKN IAIN Ternate melakukan foto bersama usai digelarnya kegiatan edukasi di SDN 13 kota Ternate.
TERNATE – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate di kelurahan Maliaro kecamatan Ternate Tengah menggelar kegiatan edukasi soal pencegahan dan dampak bullying untuk siswa SD Negeri 13 Kota Ternate, kamis (3/9/2026).
Kegiatan ini dilakukan untuk merespon berbagai kasus bullying yang terjadi di setiap sekolah dasar, sekaligus memberikan edukasi kepada siswa tentang pentingnya saling menghargai perbedaan dan membangun empati antarsesama siswa; baik di lingkungan sekolah maupun saat menjalani aktivitas di lingkungan masyarakat.
Koordinator desa (Kordes) mahasiswa KKN IAIN Ternate di kelurahan Maliaro, Ismail Hi Saiyan menyatakan, bullying atau perundungan merupakan tindakan agresif dan kekerasan yang tidak dapat dibenarkan karena merusak mental siswa, sekaligus menghadirkan beragam dampak negatif.
Untuk itu, pihaknya memandang langkah yang paling tepat dalam membantu sekolah untuk mencegah terjadinya tindakan bullying atau perundungan, maka harus dilakukan pendekatan edukatif stop bullying, agar siswa dapat memahami bentuk-bentuk perundungan dan dampaknya bagi korban.
Selain itu, sepanjang pelaksanaan kegiatan, lanjut dia, pihaknya memberi pemahaman soal membedakan tindakan bercanda dan menyakiti, seperti menjaga ucapan, menghormati perbedaan, serta tidak menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan candaan.
“Tindakan bullying memang tidak hanya melukai fisik, tetapi juga merusak mental, dan menurunkan semangat belajar, serta menghambat tumbuh kembang anak,” katanya.
Ismail mengungkapkan, dalam kegiatan edukasi stop bullying, ada empat tujuan sekaligus menjadi target yang diusung, yakni meningkatkan kesadaran siswa soal bahaya bullying, penguatan pemahaman tentang bentuk-bentuk bullying, membangun budaya positif saling menghargai dan mewujudkan sekolah bebas bullying.
“Sebagai media pembelajaran, kami juga menampilkan video praktik bullying agar anak-anak dapat melihat langsung dampak dari perilaku tersebut. Suasana menjadi lebih hidup dan pesan tersampaikan dengan baik,” terangnya.
Dia menjelaskan, kegiatan edukasi stop bullying dikemas dengan pendekatan yang humanis, yakni setiap siswa diminta menulis kata-kata bernada positif serta pujian antarsesama, agar dapat menumbuhkan empati dan budaya saling menghargai.
“Kami percaya perubahan besar dimulai dari hal kecil di kelas, jadi mari bersama kita wujudkan Sekolah 100% Bebas Bullying,” ucapnya.
Dia menuturkan, kegiatan edukasi stop bullying mendapat respon positif serta apresiasi dari pihak sekolah, sehingga pihaknya berharap kegiatan edukasi mendapat perhatian serius; baik dari lembaga pendidikan maupun pemerintah melalui dinas terkait, agar mewujudkan sekolah ramah anak untuk keberlangsungan generasi bangsa.
“Pada prinsipnya kami ingin sekolah terhindari dari kasus bullying, dan untuk mewujudkan hal itu perlu perhatian bersama, karena sekolah merupakan lembaga pendidikan formal yang melahirkan generasi yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta memiliki daya saing dan keterampilan untuk membangun bangsa,” tandasnya.
Sekadar diketahui, kegiatan yang sama juga dilakukan oleh mahasiswa KKN di setiap kelurahan, langkah ini dilakukan untuk mengimplementasi program kampus berdampak melalui kegiatan KKN. (*)