Langsung ke konten
Jalan Lumba-Lumba, Kelurahan Dufa-Dufa, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate, Maluku Utara [email protected]
IAIN Ternate Institut Agama Islam Negeri
Beranda Berita PBAK IAIN Ternate 2026 Remi Digelar, Rekto...
PBAK IAIN Ternate 2026 Remi Digelar, Rektor Dr Adnan Mahmud Jelaskan 4 Indikator Moderasi Beragama ke Camaba

PBAK IAIN Ternate 2026 Remi Digelar, Rektor Dr Adnan Mahmud Jelaskan 4 Indikator Moderasi Beragama ke Camaba

Keterangan FotoSuasana berlangsungnya kegiatan PBAK di Auditorium IAIN Ternate, Senin (24/8/2026) 

 
TERNATE -- Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Maluku Utara, resmi menggelar kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) tahun 2026. 

Pelaksanaan PBAK berlangsung di auditorium IAIN Ternate, Senin (24/8/2026), dibuka secara resmi oleh Rektor IAIN Ternate, Dr Adnan Mahmud dan dihadiri oleh Kepala Biro Administrasi Umum, Akademik dan Kemahasiswaan (AUAK) H Jamaluddin Bugis, S.Ag dan seluruh Dekan serta unsur pimpinan di IAIN Ternate. 

Sementara calon mahasiswa baru (Camaba) yang mengikuti PBAK tercatat sebanyak  503 orang, sedangkan ratusan mahasiswa baru lainnya diketahui belum sempat bergabung pada hari pertama PBAK, lantaran  terlambat melakukan registrasi setelah membayar uang kuliah Tunggal (UKT). 

Jumlah Camaba yang mengikuti PBAK hari pertama  terdiri dari fakultas tarbiyah dan ilmu keguruan (FTIK) sebanyak 248 orang, fakultas syariah 74 orang, fakultas ushuluddin adab dan dakwah (FUAD) 47 orang dan fakultas ekonomi dan bisnis Islam (FEBI) 134 orang. 

Jika PBAK tahun 2025 lalu bertajuk Mewujudkan Generasi Islam yang Moderat, Cerdas dan Ekoteologi, maka PBAK 2026 ini mengusung tema yang tak kalah menarik yakni Merajut Moderasi, Menjaga Bumi, dan Melindungi Sesama. 

Rektor IAIN Ternate, Dr Adnan Mahmud saat membuka kegiatan PBAK menyatakan tema yang diusung panitia pada pelaksanaan PBAK 2026 sangat menarik dan kontekstual, sehingga diharapkan kepada Camaba untuk meningkatkan konsentrasi dan fokus sepanjang pelaksanaan PBAK, agar materi yang disampaikan para narasumber dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman sebagaimana pesan pada tema kegiatan. 

“Menjunjung kemanusiaan, mencintai alam dan menjaga kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama demi kelangsungan generasi kita ke depan,” katanya. 

Adnan bilang, berbicara tentang Moderasi Beragama merupakan perintah dari Kementerian Agama, sehingga IAIN sebagai PTKIN di bawah naungan Kemenag harus menjalankan dan mensosialisasikan kepada mahasiswa maupun masyarakat. 

“Jadi, bicara soal Moderasi Beragama merupakan mandatori dari Kementerian Agama, sehingga hukumnya wajib bagi kampus senantiasa mensosialisasikan Moderasi Beragama kepada mahasiswa dan masyarakat,” ujarnya. 

Adnan yang juga sebagai ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Malut itu juga menegaskan bahwa calon mahasiswa baru IAIN Ternate harus mengusung semangat belajar, agar nantinya menjadi generasi unggul yang diandalkan untuk masa depan bangsa dan negara. 

Selain itu, dia mengatakan bahwa ada 4 Indikator Moderasi Beragama yang mestinya diketahui dan dipahami oleh mahasiswa, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan akomodatif terhadap kebudayaan lokal. 

Dia menjelaskan, pada indikator pertama, sebagai warga negara Indonesia dituntut harus setia terhadap negara, dan mengakui Pancasila sebagai ideologi negara, serta UUD 1945 sebagai dasar negara. 

“Kalau Toleransi yakni sikap memberi ruang dan tidak mengganggu hak orang lain untuk berkeyakinan, terbuka, lapang dada, sukarela dan lembut dalam menerima perbedaan,” ucapnya. 

Jadi, toleransi harus disertai dengan sikap hormat, menerima orang yang berbeda sebagai bagian dari diri kita, dan berpikir positif untuk masa depan,” imbuhnya. 

Sementara indikator Moderasi Beragama yang ketiga, lanjut dia, yakni anti kekerasan dan radikalisme dalam konteks beragama. Menurut dia, setiap orang atau kelompok jika berkeinginan mengusung perubahan pada sistem sosial dan politik tidak dibenarkan menggunakan cara kekerasan atas nama agama; baik verbal, pikiran maupun fisik. 

“Untuk indikator yang Moderasi Beragama yang keempat adalah beragama itu memiliki kecenderungan lebih ramah, dan sangat akomodatif terhadap budaya lokal dalam perilaku keagamaannya, sejauh tidak bertentangan dengan hal-hal yang menjadi landasan ajaran agama,” tegasnya. 

“Jadi sederhana, jika kita memahami perilaku moderasi beragama, yakni perilaku, sikap, cara, karakter beragama harus mencerminkan cinta dan kasih sayang secara Universal,” pungkasnya. 

Bagikan Artikel