Dorong Optimalisasi Ekonomi Biru Maluku Utara, Rektor IAIN Ternate Hadiri Kie Raha Economic Forum 2026: Akademisi Siap Perkuat Riset dan SDM
Keterangan Foto: Sambutan Sekda Provinsi Maluku Utara, Foto Bersama Tamu VIP dan Talk Show Kegiatan Kie Raha Economic Forum (KREF) Tahun 2026 yang diselanggarakan oleh Bank Indonesia Maluku Utara
TERNATE - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Dr. Adnan Mahmud, M.A., hadir memenuhi undangan sebagai peserta dalam gelaran Kie Raha Economic Forum (KREF) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia provinsi Maluku Utara bertempat di Aula Maitara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Selasa (18/8/2026).
TERNATE - Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Dr. Adnan Mahmud, M.A., hadir memenuhi undangan sebagai peserta dalam gelaran Kie Raha Economic Forum (KREF) 2026 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia provinsi Maluku Utara bertempat di Aula Maitara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Selasa (18/8/2026).
Forum strategis bertajuk "Pengembangan Ekonomi Biru (Blue Economy): Strategi Optimalisasi Sektor Perikanan Maluku Utara untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah" tersebut menjadi ajang kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam menggali potensi kelautan Maluku Utara. Dihadiri lebih dari 100 orang peserta yang terdiri dari unsur pimpinan perguruan tinggi, pemerintah, pelaku usaha, perbankan dan asosiasi perikanan, serta insan media.
Acara diawali dengan sambutan dari Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Utara, Drs. Samsuddin Abdul Kadir, M.Si., yang menyampaikan apresiasi tinggi kepada Bank Indonesia Maluku Utara atas konsistensinya menjalankan fungsi advisory bagi pemerintah daerah, khususnya melalui penyediaan informasi, analisis, dan rekomendasi kebijakan yang dapat memperkuat kualitas perencanaan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa pembangunan ekonomi daerah berbasis kepulauan tidak cukup hanya bertumpu pada angka-angka makroekonomi semata, melainkan harus memberi nilai tambah nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
"Ekonomi biru bukan sekadar meningkatkan produksi dari laut, melainkan bagaimana kita mengembangkan sumber daya kelautan secara produktif, berkelanjutan, dan inklusif tanpa merusak ekosistem. Kita harus memastikan bahwa laut yang kita manfaatkan hari ini tetap dapat memberikan kehidupan bagi generasi yang akan datang. Itulah esensi pembangunan ekonomi biru: laut sehat, ekonomi kuat, masyarakat sejahtera" ujar Sekda.
Ia memaparkan lima agenda strategis pengembangan ekonomi biru Maluku Utara, meliputi:
1. Memperkuat berbasis data dan tata kelola perikanan yang terintegrasi.
2. Meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.
3. Memperkuat hilirisasi dan nilai tambah produk perikanan.
4. Membangun konektivitas dan rantai pasok yang efisien.
5. Memastikan keberlanjutan lingkungan laut.
Sekda berharap forum ini tidak berhenti pada tataran diskusi saja, tetapi dapat menghasilkan rekomendasi yang lebih konkret, terukur. Sinergi antara akademisi, pemerinta daerah, Bank Indonesia dan para pelaku usaha diharapkan dapat menghasilkan policy recommendation yang dapat diterjemahkan menjadi program dan kebijakan nyata. Selain itu, Bank Indonesia diharapkan dapat terus memperkuat perannya sebagai strategic partner Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam merumuskan kebijakan pengembangan sektor-sektor ekonomi potensial, termasuk sektor kelautan dan perikanan.
Kita perlu membangun sebuah roadmap pengembangan ekonomi biru Maluku Utara yang memuat prioritas komoditas, wilayah pengembangan, kebutuhan infrastruktur, strategi pembiayaan, hilirisasi, penguatan SDM, digitalisasi, akses pasar, serta indikator keberhasilannya. Dengan demikian, potensi laut Maluku Utara tidak hanya menjadi kekayaan geografis, tetapi benar-benar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif dan berkelanjutan” ujar Sekda.
Lebih lanjut, Sekda menyampaikan bahwa pemerintah Provinsi Maluku Utara berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan Bank Indonesia, pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, perguruan tinggi, dunia usaha, perbankan, nelayan, koperasi, UMKM, dan seluruh masyarakat. Kita harus membangun paradigma bahwa laut Maluku Utara bukan halaman belakang pembangunan, tetapi halaman depan perekonomian daerah. Laut harus menjadi sumber pangan, sumber energi, sumber inovasi, sumber lapangan kerja, sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat.
Usai pembukaan dan sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi Talk Show interaktif yang membahas peta jalan (roadmap) pengembangan ekonomi biru serta solusi atas tantangan logistik, infrastruktur, dan tata kelola wilayah laut di Maluku Utara. Materi disampaikan oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Handi Susila dan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia disampaikan oleh Ketua Tim Kerja Analisis dan Pengolahan/Pengelolaan Kinerja pada Biro Perencanaan, Sekretariat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),Ika Yusnita, serta pelaku usaha eksportir perikanan, Alexander Sarumaha, S.ST.Pi., MTr.Pi.
Kehadiran Rektor IAIN Ternate, Dr. Adnan Mahmud, M.A., menegaskan komitmen IAIN Ternate dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah berbasis potensi lokal terutama perikanan di Maluku Utara yang berkelanjutan dan berkeadilan. Pihak akademisi dinilai memiliki peran sentral dalam memberikan kontribusi riset berbasis sains dan menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing di sektor kelautan, serta memberikan pendampingan sosial-keagamaan bagi komunitas nelayan dan masyarakat pesisir sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
KREF 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan media dalam membangun perspektif bersama mengenai masa depan ekonomi Maluku Utara terutama dalam mengoptimalkan potensi perikanan Maluku Utara.