Perdana Pimpin Yudisium, Dekan Dr Abd Rauf Wajo Sampaikan Pesan Menohok untuk Alumni FEBI IAIN Ternate
Keterangan Foto: Kolase foto pelaksanaan yudisium sarjana fakultas ekonomi dan bisnis Islam (FEBI) IAIN Ternate pada periode semester genap tahun akademik 2025-2026 yang berlangsung di Auditorium IAIN Ternate, Jum'at (31/7/2026).
TERNATE – Pelaksanaan yudisium sarjana fakultas ekonomi dan bisnis Islam (FEBI) IAIN Ternate pada periode semester genap tahun akademik 2025-2026 terasa spesial bagi Dekan Dr Abd Rauf Wajo, S.HI., M.Ag.
Pasalnya, ia baru kali pertama tampil memimpin acara yudisium sarjana untuk mahasiswa FEBI IAIN Ternate setelah dilantik oleh Rektor IAIN Ternate pada april lalu bersama 11 pejabat perangkat Rektor.
“Hari ini untuk kali pertama saya melaksanakan tugas sebagai seorang pimpinan yang yudisium mahasiswa FEBI, jadi akan tercatat dalam sejarah hidup saya bahwa yudisium semester genap tahun akademik 2025-2026 adalah pengalaman pertama saya yudisium mahasiswa,” terangnya saat menyampaikan sambutan pada pelaksanaan yudisium mahasiswa FEBI di Auditorium IAIN Ternate, Jum’at (31/7/2026).
Dia mengungkapkan, pelaksanaan yudisium FEBI kali ini cukup berbeda dengan yudisium periode semester ganjil pada januari lalu, yakni selain dilaksanakan di tempat yang berbeda, begitu juga jumlah mahasiswa yang mengikuti yudisium pun jauh berbeda.
“Kalau yudisium semester ganjil diikuti sebanyak 38 mahasiswa, terdiri dari program studi perbankan syariah (PBS) sebanyak 15 mahasiswa, prodi ekonomi syariah (EKS) 7 mahasiswa, prodi manajemen keuangan syariah (MKS) 6 mahasiswa, dan prodi akuntansi syariah (AKS) 10 mahasiswa,” ungkapnya.
“Sementara yudisium periode genap 2025-2026 ini diikuti oleh 111 mahasiswa, terdiri dari program studi perbankan syariah (PBS) sebanyak 53 mahasiswa, prodi ekonomi syariah (EKS) 8 mahasiswa, prodi manajemen keuangan syariah (MKS) 32 mahasiswa, dan prodi akuntansi syariah (AKS) 18 mahasiswa,” sambungnya.
Mantan wakil dekan bidang akademik, kemahasiswaan dan kerja sama fakultas syariah IAIN Ternate itu menuturkan, prosesi yudisium merupakan momen yang diimpikan mahasiswa setelah mengikuti tahapan akademik yang berlangsung kurang lebih 4 tahun, dia menilai sepanjang tahapan tersebut setidaknya menghadirkan beragam cerita, yang nantinya menjadi kenangan tersendiri bagi mahasiswa.
Selain itu, dia menyampaikan bahwa hanya ada dua ibu di dunia, yakni seorang ibu yang melahirkan anaknya, dan lembaga pendidikan yang mencetak generasi intelektual yang kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.
“Oleh karena itu, IAIN Ternate sebagai ibu kalian harus dijaga nama baiknya, sebagaimana kalian menjaga dan menyanjung ibu kandung kalian,” pintanya.
“Alma mater itu dalam bahasa latin adalah ibu, jadi di dunia ini hanya ada dua ibu, yang pertama adalah melahirkan kita ke dunia, dan yang kedua yaitu sekolah atau alma mater yang melahirkan kita dengan ilmu pengetahuan,” tambahnya.
Dia bilang, kesuksesan mahasiswa di bangku perguruan tinggi tak terlepas dari peran dari tenaga pendidik yang senantiasa memikirkan soal transfer ilmu pengetahuan, serta berupaya setai saat untuk mengonstruksi pola pikir mahasiswa agar menjadi generasi muda yang bermanfaat untuk masa depan bangsa dan negara.
“Jadi selain menghargai dan menyanjung kedua orangtua di rumah, hal yang sama pun harus dilakukan terhadap tenaga pendidik di FEBI IAIN Ternate,” pesannya.
“Begitupun perlakuan yang sama harus tunjukkan kepada tenaga kependidikan yang telah ikut berkontribusi terhadap kesuksesan kalian,” imbuhnya.
Dia menambahkan, mahasiswa yang mengikuti prosesi yudisium, praktis telah resmi menyandang gelar sarjana dan sekaligus disematkan atribut alumni. Untuk itu, sebagai alumni, kata dia, dituntut untuk berkontribusi terhadap kemajuan IAIN Ternate.
“Sebagai alumni FEBI, kami berharap kalian menjadi corong di masyarakat, menyampaikan hal-hal yang menjadi keunggulan prodi-prodi di FEBI, dan juga mensosialisasikan IAIN Ternate ke masyarakat,” pintanya menandaskan.