Catatan dari Launching Rangkaian Dies Natalis ke-60 IAIN Ternate, Rektor Dr Adnan Mahmud Pertegas Komitmen Transformasi Kelembagaan dan Pengembangan SDM
Keterangan Foto: Kolase foto Rektor Dr Adnan Mahmud dan Wakil Gubernur Maluku Utara, H. Sarbin Sehe saat menyampaikan sambutan pada launching rangkaian Dies Natalis ke-60 IAIN Ternate di Auditorium IAIN Ternate, Senin (27/7/2026).
Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Maluku Utara Adnan Mahmud dan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe serta Wakil Bupati Halmahera Utara Kasman Hi Ahmad secara resmi launching rangkaian Dies Natalis ke-60 IAIN Ternate di Auditorium IAIN Ternate, Senin (27/7/2026).
Pada 5 september 2026, IAIN Ternate tidak hanya menggelar acara wisuda sarjana dan magister, melainkan pada momentum tersebut juga digelar perayaan Dies Natalis ke-60 tahun oleh civitas akademika untuk mengenang sejarah perjalanan IAIN Ternate sejak resmi berdiri pada 1966 silam hingga tahun 2026.
Perayaan Dies Natalis IAIN Ternate kali ini cukup menarik, karena dikemas dalam rangkaian acara formal dan nonformal, yang mempertegas semangat kebersamaan untuk berkhidmat pada kebajikan.
Momentum perayaan Dies Natalis ke-60 IAIN Ternate diawali dengan launching rangkaian kegiatan yang berlangsung di Auditorium IAIN Ternate, Senin (27/7/2026) pagi oleh Rektor IAIN Ternate Adnan Mahmud dan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe serta Wakil Bupati Halmahera Utara Kasman Hi Ahmad dan disaksikan seluruh civitas akademika IAIN Ternate.
Setelah launching kegiatan, praktis pada Selasa (28/7) secara resmi rangkaian kegiatan Dies Natalis mulai digelar yaitu kegiatan Webinar Ekoteologi, Green Legacy, Sosialisasi dan Edukasi Ekoteologi Masyarakat Lingkar Kampus.
Ketua Panitia Dies Natalis IAIN Ternate, Sukardi Abbas menyampaikan rangkaian kegiatan perayaan Dies Natalis merujuk pada tema kegiatan, yakni 60 Tahun IAIN Ternate Berkhidmat untuk Kebajikan, sehingga dari semua rangkaian kegiatan yang telah ditetapkan dinilai menghadirkan manfaat masyarakat serta civitas akademika IAIN Ternate.
“Tema ini bukan sekadar kalimat indah, tapi merupakan arah kebajikan, kebajikan adalah ketika riset menyelesaikan persoalan masyarakat, kebajikan adalah ketika kampus lahir untuk membangun karakter, kebajikan adalah ketika ilmu menjadi cahaya bukan sekadar informasi,” terang Sukardi saat menyampaikan laporan panitia jelang launching rangkaian kegiatan Dies Natalis di Auditorium IAIN Ternate, Senin (27/7/2026).
Ia menuturkan, usia IAIN Ternate yang telah mencapai angka 60 tahun menandai perjalanan panjang yang sarat dengan sejarah, pengorbanan, dedikasi serta ikhtiar kolektif dalam membangun pendidikan tinggi Islam.
“Selama 6 dekade IAIN Ternate tumbuh dari sebuah cita-cita besar masyarakat menjadi institut yang terus berkhidmat melalui pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
“60 tahun adalah usia yang mapan, usia yang mengingatkan kita bahwa keberhasilan lahir dari kesabaran, setiap kemajuan lahir dari keberanian, dan setiap peradaban besar selalu dibangun oleh orang-orang yang beradab dan berilmu,” sambungnya.
Dies Natalis ke-60 IAIN Ternate, lanjut dia, bukan sekadar hari ulang tahun, melainkan sebagai ruang kontemplasi tentang ilmu yang dihasilkan dan serta manfaatnya, begitu juga pengabdian kepada masyarakat, serta seberapa jauh kampus menghadirkan kebajikan bagi umat.
“Karena hakikat perguruan tinggi bukan sekadar menghasilkan lulusan, tapi perguruan tinggi harus melahirkan peradaban,” ucapnya.
Dia mengungkapkan, IAIN Ternate lahir dari semangat dari para ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat dan para pendahulu yang meyakini bahwa kemajuan daerah hanya dibangun melalui ilmu pengetahuan.
Menurut dia, yang dilakukan para pendahulu soal membangun IAIN Ternate, kini hasilnya dinikmati oleh generasi saat ini, hal ini, kata dia, sebagaimana petuah leluhur Ternate, uto mangongano gahu, gahu mangongano sofo, artinya menanam untuk tumbuh, tumbuh untuk berbuah.
“Begitulah hakikat pendidikan, apa yang telah ditanam pendahulu pada 60 tahun silam, hari ini menghasilkan ribuan alumni, ratusan dosen, berbagai karya ilmiah serta pengabdian yang dirasakan masyarakat, kini giliran kita menanam, dan bukan untuk diri kita tapi untuk generasi akan datang,” katanya.
“Sebagaimana Alquran mengingatkan, sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya, maka berkhidmat kepada kebajikan berarti menjadikan seluruh aktivitas tri dharma sebagai jalan menghadirkan kemaslahatan,” sambungnya.
Perayaan Dies Natalis ke-60 IAIN Ternate, dipandang oleh Rektor Adnan Mahmud sebagai momentum strategis untuk mengenang perjalanan IAIN Ternate di tahun 1966 melalui Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Ujung Pandang Cabang Ternate, hingga bertransformasi menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) 1997, dan kemudian kembali bertransformasi menjadi IAIN pada 2013 silam.
Dari proses transformasi tersebut, menurut dia, sudah begitu banyak yang dilakukan IAIN Ternate untuk masyarakat Maluku Utara dan bangsa. Untuk itu, di momentum Dies Natalis ke-60, tidak hanya merefleksikan sejarah perjalanan IAIN Ternate, melainkan dituntut kepada civitas akademika harus mengusung langkah maju untuk berkonstribusi lebih maksimal terhadap masyarakat dan kemajuan IAIN Ternate.
“Karena tema ini juga sekaligus menegaskan kepada seluruh civitas akademika IAIN Ternate, bahwa sepenuh hati, pikiran dan tenaga harus dipersembahkan demi kemaslahatan umat dan bangsa serta alam semesta,” ujarnya.
Adnan menegaskan, bukan hanya civitas akademika, melainkan alumni juga harus berperan penting dalam menebar kebaikan, kemaslahatan kepada masyarakat Maluku Utara dan khususnya untuk masyarakat di kota Ternate.
Wakil Gubernur Malut, H. Sarbin Sehe dan Wakil Bupati Halut Kasman Hi Ahmad yang hadir pada acara launching rangkaian Dies Natalis adalah representasi alumni IAIN Ternate, yang tidak hanya berkontribusi terhadap masyarakat, tapi untuk kemajuan Maluku Utara,” katanya.
“Walaupun secara keilmuan, basic keduanya di bidang keagamaan tetapi bertransformasi menjadi seorang politisi dan meraih sukses,” imbuhnya.
Di tengah euforia perayaan Dies Natalis IAIN Ternate, Rektor Adnan Mahmud menyampaikan Komitmennya soal transformasi kelembagaan IAIN Ternate dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Menurut dia, sejak resmi dilantik menjadi Rektor, keinginan terbesarnya adalah mematok target untuk men-drive IAIN Ternate untuk alih bentuk menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Baabullah Ternate.
Dia mengungkapkan, keinginan mewujudkan mimpi civitas akademika IAIN Ternate dan masyarakat Maluku Utara mendapat respon positif dan dukungan dari para alumni, terlebih motivasi dari Wagub Malut, H. Sarbin Sehe menguatkan langkahnya untuk mempercepat proses alih bentuk IAIN menjadi UIN.
“Alhamdulillah, kami selalu di-support oleh wakil Gubernur Malut untuk selalu memusatkan perhatian pada percepatan proses alih bentuk dan pengembangan SDM di IAIN Ternate,” ungkapnya.
Adnan menuturkan, dari dukungan yang disampaikan Wagub H. Sarbin Sehe akhirnya berbuah manis, yakni dalam waktu dekat bakal ada surat dari Kementerian Agama untuk mengakomodir IAIN Ternate masuk dalam skema prioritas Kementerian Agama dalam pengembangan Perguruan Tinggi di Kawasan Timur Indonesia di tahun 2026.
“Karena itu, kami mengharapkan doa dari civitas akademika IAIN Ternate dan publik Maluku Utara untuk mewujudkan impian kita semua dalam melihat IAIN Ternate bertransformasi menjadi UIN Sultan Baabullah Ternate,” pintanya.
Selain memusatkan perhatian pada percepatan alih bentuk IAIN menjadi UIN, mantan Wakil Rektor IAIN Ternate bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga itu, menegaskan bahwa pihaknya juga memprioritas program pengembangan SDM di IAIN Ternate.
“Sehingga, kami juga mendorong para dosen yang telah memenuhi kualifikasi guru besar untuk untuk konsentrasi penuh dalam melakukan proses meraih status guru besar,” ucapnya.
“Dan’ perhatian yang sama juga untuk pengembangan akademik,” tandasnya.
Sementara itu, Wagub Maluku Utara, H. Sarbin Sehe mengapresiasi rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-60 IAIN Ternate. Dia berharap, perayaan Dies Natalis di tahun 2026 sekaligus menyusun skema strategis dalam memberikan kontribusi terhadap pengembangan SDM di Maluku Utara.
“Begitu banyak alumni IAIN Ternate berkiprah di berbagai struktur kehidupan; baik di pemerintahan maupun di bidang politik. Pengebadian alumni IAIN Ternate harus terus kita lakukan agar alumni IAIN senantiasa memberikan kontribusi terhadap pembangunan Maluku Utara,” katanya.
Soal transformasi kelembagaan, dia berharap Rektor IAIN Ternate membangun komunikasi yang efektif dengan alumni, agar terus dimaksimalkan dalam mengawal agenda transformasi kelembagaan.
“Saya berharap Rektor terus mengawal agenda transformasi dan memastikan berjalan sesuai dengan perencanaan,” ujarnya.
Selain men-support Rektor untuk menuntaskan agenda transformasi, mantan Kakanwil Sulawesi Utara itu juga meminta kepada IAIN Ternate untuk terus melakukan penguatan ilmu-ilmu keagamaan, agar melahirkan generasi muda yang secara karakter lebih kuat untuk memberi kontribusi terhadap kemajuan Maluku Utara. (*)