• Institut Agama Islam Negeri Ternate Indonesia

Fakultas Syariah IAIN Ternate Gelar Sertijab Dekan, Dekan Dr Marini Abdul Djalal Pastikan Revisi Tagline Fakultas Syariah

Fakultas Syariah IAIN Ternate Gelar Sertijab Dekan, Dekan Dr Marini Abdul Djalal Pastikan Revisi Tagline Fakultas Syariah

Keterangan Foto: Dekan Fakultas Syariah IAIN Ternate periode 2022-2025 Prof Dr H Jubair Situmorang, M.Ag menyerahkan Pataka Fakultas Syariah kepada Dekan Fakultas Syariah periode 2025-2030,  Dr Marini Abdul Djalal, M.HI, Kamis (16/4/2026).

 
TERNATE – Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Maluku Utara menggelar acara serah terima jabatan (sertijab) Dekan dari pejabat lama Prof Dr H Jubair Situmorang, M.Ag ke pejabat baru Dr Marini Abdul Djalal, M.HI. 

Prosesi acara sertijab dipusatkan di eks gedung laboratorium Fakultas Syariah IAIN Ternate berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat, dan disaksikan oleh seluruh dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa fakultas Syariah, Kamis (16/4/2026). 

Momentum ini tidak hanya menjadi simbol pergantian kepemimpinan di fakultas Syariah, melainkan sebagai wujud kesinambungan pelayanan kepada mahasiswa dan masyarakat. 

Pelaksanaan sertijab Dekan Fakultas Syariah didesain cukup berbeda, pasalnya bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi dirangkaikan dengan acara syukuran atas pencapaian Fakultas Syariah sepanjang periode 2022-2025. 

Mantan Dekan Fakultas Syariah IAIN Ternate, Prof Dr H Jubair Situmorang, M.Ag menyampaikan bahwa Fakultas Syariah di bawah kepemimpinannya telah meraih sejumlah pencapaian; baik dari aspek akademik, kemahasiswaan dan kerja sama dengan pihak-pihak terkait untuk pengembangan fakultas. 

Walaupun begitu, dia menegaskan bahwa pencapaian yang telah diraih Fakultas Syariah sepanjang 2022-2025 masih terdapat sejumlah hal yang perlu dimaksimalkan oleh kepemimpinan Dekan periode 2026-2030. 

“Apa yang kami lakukan untuk peningkatan nilai akreditasi prodi sebetulnya telah maksimal, dan dapat dipastikan bakal meraih hasil yang sangat memuaskan, hanya saja harapan kami meraih nilai unggul untuk prodi dinilai berbeda oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT),” terangnya. 

Mantan Wakil Rektor bidang administrasi umum, perencanaan dan keuangan periode 2014-2018 itu mengatakan, selain upaya mendongkrak nilai akreditasi prodi, sepanjang kepemimpinannya juga berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan jumlah mahasiswa di Fakultas Syariah. 

“Soal peningkatan jumlah mahasiswa di fakultas syariah kita telah maksimalkan, dan apa yang telah kami lakukan diharapkan berpengaruh pada grafik jumlah mahasiswa di tahun-tahun mendatang,” ujarnya. 

“Saya ucapkan terima kasih kepada dosen, unsur pimpinan dan tenaga kependidikan yang telah bersama-sama bekerja secara maksimal untuk kemajuan fakultas syariah,” aku Prof Jubair seraya meminta dosen dan tendik kembali mendukung untuk kesuksesan kepemimpinan Dekan periode 2025-2030. 

Selain itu, ia menegaskan sepanjang kempimpinannya, perhatian penting terkait pengembangan SDM di Fakultas Syariah juga telah berjalan maksimal dalam mendukung perubahan status IAIN menjadi UIN Sultan Baabullah Ternate. 

Ia menambahkan, dari aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi juga berjalan sesuai skema, sehingga capaian-capaian tersebut diharapkan memberi gradasi positif terhadap program studi. 

“Begitupun sama halnya capaian-capaian tri dhrama perguruan tinggi di periode lalu, mudah-mudahan dapat memberi kemudahan saat proses Re-akreditasi prodi di tahun mendatang,” tandasnya. 

Sementara Dekan Fakultas Syariah periode 2025-2030, Dr Marini Abdul Djalal, M.HI menegaskan setiap periode kepemimpinan memang ada tantangan tersendiri soal membangun kultur akademik. 

Sehingga, dirinya menilai untuk bergerak lebih maju meraih kesuksesan, harus dibutuhkan kerja sama yang baik, serta dituntut membangun kolaborasi secara maksimal. 

“Tentu ini tidak mudah bagi kami yang melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan hari ini, sehingga dituntut harus dimaksimalkan melalui kerja sama yang baik,” katanya. 

Ia menuturkan, ada sejumlah hal yang  menjadi tantangan dan bakal dimaksimalkan selama periode kepemimpinannya, yakni meningkatkan jumlah mahasiswa pada setiap program studi di Fakultas Syariah, serta mendorong mahasiswa menuntaskan studi tepat waktu. 

“Tantangan di Fakultas Syariah adalah jumlah mahasiswa, dan tingkat keberhasilan mahasiswa yang korelasi dengan jumlah peminat,” ujarnya. 

Untuk menjawab persoalan tersebut, kata dia, Fakultas Syariah bukan hanya mengusung tagline Fasya Unggul, melainkan harus memberi dampak. Untuk dirinya memastikan bakal merevisi tagline dari Fasya Unggul menjadi Fasya Unggul dan Berdampak. 

“Bukan hanya unggul tapi berdampak, berdampak karena mahasiswa juga dilibatkan dalam kegiatan penelitian dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, serta kegiatan-kegiatan dosen maupun mahasiswa lainnya,” terangnya. 

Dia menjelaskan, tagline berdampak bukan hanya sekadar diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam setiap kegiatan, dan harus membutuhkan perhatian bersama dalam mengimplementasikan agar setiap prodi di Fakultas Syariah memberi dampak kepada masyarakat. 

“Tentu harapannya bukan hanya sekadar nanti prodi kita unggul, tapi prodi harus memberikan dampak terhadap masyarakat. Dan ini adalah tanggung jawab besar keluarga besar fakultas Syariah,” ucapnya. 

Selain itu, dia mengharapkan kepada dosen di fakultas Syariah, agar selain konsentrasi terhadap Tri Dharma Perguruan Tinggi, harus juga memusatkan perhatian untuk memperbaiki kepangkatannya. 

Karena, menurut dia, dengan perubahan pada aspek kepangkatan nantinya memberi dampak positif terhadap fakultas saat pelaksanaan akademik dan proses Re-Akreditasi prodi. 

“Harapan kami ke depan dosen dapat memaksimalkan kesempatan untuk merubah kapangkatan; baik reguler maupun fungsional agar memberi dampak positif terhadap fakultas saat pelaksanaan akademik dan proses Re-Akreditasi prodi,” tutup Marini (*)