Sekjen Kemenag Dorong PTKIN Perkuat Kolaborasi dengan Kanwil Kemenag, Begini Respon Rektor IAIN Ternate Dr Adnan Mahmud
Keterangan Foto: Suasana pertemuan penguatan sinergitas PTKIN dengan Kanwil Kementerian Agama di Hotel Luminor Pecenongan, Jakarta.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agama (Kemenag) RI, Prof Kamarudin Amin kembali menegaskan soal pentingnya penguatan kolaborasi strategis antara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag di seluruh Indonesia untuk meningkatkan kontribusi nyata kepada masyarakat melalui program-program yang terukur dan berkelanjutan
Penegasan ini disampaikan Sekjen Kamaruddin dalam Forum Rektor PTKIN yang digelar di Hotel Luminor Pecenongan, Jakarta, pada 14–15 April 2026. Ia mengungkapkan, berdasarkan survei terbaru Cyrus Network tentang tingkat popularitas kementerian/lembaga menempatkan Kemenag berada di posisi kedua setelah Kemenkeu, sehingga Kemenag, kata dia tetap memusatkan perhatian untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik.
“Capaian ini dinilai sebagai prestasi yang patut diapresiasi, namun juga menjadi tantangan untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik,” katanya.
Sekjen juga mengungkapkan, pemerintah telah menerbitkan Peraturan Presiden terkait pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren. Menurut dia, kehadiran Dirjen Pesantren mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa PTKIN harus memantapkan peran sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam, agar PTKIN memposisikan diri menjadi garda terdepan dalam penguatan tafaqquh fid din (memperdalam ilmu agama, red) yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Terutama karena adanya penguatan terhadap Ma’had Ali sebagai pusat tafaqquh fid din yang diharapkan mampu mencetak ulama yang mendalam keilmuannya.” ujarnya.
Lebih lanjut, Sekjen menekankan soal pentingnya penyegaran program ekoteologi pada setiap PTKIN. Ia meminta untuk diimplementasikan secara konkret di lingkungan kampus sebagai model yang dapat ditiru oleh masyarakat luas.
“Ekoteologi tidak hanya dimaknai sebagai upaya menciptakan kampus hijau, tetapi juga membangun budaya sadar lingkungan berbasis nilai keagamaan. Salah satu langkah sederhana yang dapat diterapkan adalah efisiensi penggunaan energi, termasuk pengaturan operasional pendingin ruangan,” ucapnya.
“Salah satu potensi yang perlu dioptimalkan adalah pengelolaan dana filantropi Islam, seperti zakat dan wakaf. Potensi ini dinilai sangat besar dan perlu dikelola secara profesional agar dapat memberikan dampak maksimal bagi pendidikan dan kesejahteraan umat,” sambungnya.
Sekjen Kamaruddin juga menyoroti tentang pentingnya pengelolaan sampah, ia menilai sampah didorong untuk tidak hanya dipandang sebagai limbah, tetapi dapat diolah menjadi sumber energi yang bermanfaat.
“PTKIN diharapkan dapat mengadopsi teknologi ini melalui kerja sama dengan perguruan tinggi lain yang telah lebih dahulu mengembangkannya,” pintanya.
Ia menambahkan, di masa depan, profesi amil dan nazir dinilai memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Hal ini seiring dengan peningkatan signifikan dalam pengumpulan zakat nasional setiap tahunnya. Oleh karena itu, dibutuhkan sumber daya manusia yang profesional dan kompeten di bidang tersebut.
Sementara, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Prof Sahiron, menilai penguatan kolaborasi lintas sektor dan peningkatan publikasi capaian PTKIN sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Ia juga meminta kepada pimpinan PTKIN, agar terus memusatkan perhatian pada program strategis yang digulirkan Kemenag. Selain itu, ia juga mendorong pimpinan para pimpinan PTKIN terus menguatkan kolaborasi dengan Kanwil Kemenag untuk mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Melalui keikutsertaan ini, Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu menunjukkan komitmennya dalam memastikan kebijakan nasional dapat diimplementasikan secara efektif di daerah, sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan Islam yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Peran lembaga Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam dinilai sangat strategis dalam membantu Kanwil Agama untuk menekan lajunya tingkat perceraian,” katanya.
“Melalui kegiatan-kegiatan PKM, PTKIN harus mengganggeng Kanwil Agama gencar edukasi masyarakat, selain itu juga tentang pengelolaam zakat, efektivitas Baznas,” tandasnya.
Menanggapi penegasan Sekjen Kemenag dan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Rektor IAIN Ternate, Dr Adnan Mahmud mengatakan pihaknya tetap fokus menjalankan dan mensukseskan setiap program strategis yang ditetapkan Kementerian Agama.
Ia menegaskan, IAIN Ternate tetap komitmen memperkuat kolaborasi strategis dengan Kanwil Kemenag, serta Pemerintah Daerah (Pemda) untuk mendukung dan mengimplementasikan program yang digulirkan Menteri Agama.
“Seperti penguatan program ekoteologis akan menjadi prioritas di lingkungan kampus,” ujarnya.
Adnan bilang, pihaknya juga akan mendorong optimalisasi pengelolaan filantropi Islam melalui pendekatan akademik dan kelembagaan yang profesional. Selain itu, IAIN Ternate, kata dia, tetap memusatkan perhatian untuk berperan dalam pembangunan umat dan bangsa.
“Prinsipnya, kami tetap berkomitmen mendukung dan mengimplementasikan program strategis yang telah ditetapkan Kemenag,” tutup Adnan. (*)