Gelar Mubes, HMPS SPI FUAD IAIN Ternate Dorong Mahasiswa SPI Tampil Kreatif dan Inovatif
Keterangan Foto: Wakil Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) bidang Kemahasiswaan, Usman Nomay saat membuka kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI), Jum'at (10/4/2026).
TERNATE -- Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Sejarah Peradaban Islam (SPI) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Ternate, Maluku Utara, menggelar kegiatan musyawarah besar (Mubes) periode 2026-2027.
Musyawarah bertajuk upaya mendorong serta meningkatkan HMPS SPI yang Kreatif dan Inovatif berlangsung di kampus IAIN Ternate Jum’at (10/4/2026).
Ketua panitia Mubes HMPS SPI, Surahman Rusli saat membacakan laporan kegiatan menyampaikan pelaksanaan Mubes HMPS SPI berlangsung selama dua hari, yakni 10-11 April 2026.
“Kegiatan Mubes ini dihadiri oleh seluruh pengurus HMPS SPI, dan kami menyepakati pelaksanaan Mubes berlangsung selama dua hari,” kata Surahman.
Dia mengungkapkan, Mubes SPI bertujuan untuk membahas dan merumuskan berbagai program kerja yang akan dijalankan oleh HMPS selama satu tahun ke depan, serta memilih pengurus baru yang akan melanjutkan estafet kepempinan.
Selain itu, dia berharap pengurus HMPS periode 2026-2027 menggagas kegiatan yang memberi pengaruh positif terhadap seluruh mahasiswa di prodi SPI, serta mendorong mahasiswa untuk tampil kreatif dan inovatif.
“Pengurus HMPS di periode 2026-2027 harus tampil menginspirasi untuk seluruh mahasiswa di prodi SPI, agar mahasiswa tetap menaruh perhatian dalam mencatatkan prestasi dan memberi yang terbaik untuk prodi,” ucapnya.
“Dan’ juga harus men-support prodi, agar ke depan, prodi SPI dapat meraih nilai akreditasi yang maksimal,” imbuhnya.
Mewakili koordinator prodi SPI, dosen SPI FUAD IAIN Ternate, Jamain Warwefubun dalam sambutannya menegaskan bahwa HMPS sebagai wadah strategis dalam pengembangan potensi intelektual dan kreativitas, sehingga pengurus HMPS SPI diharapkan mampu merancang program kerja yang relevan dengan kebutuhan akademik, serta pengembangan kompetensi mahasiswa SPI.
Ia juga menekankan soal pentingnya sinergitas antara HMPS dengan program studi dan seluruh sivitas akademika IAIN Ternate, agar terciptanya atmosfer akademik di fakultas yang produktif.
“Pada prinsipnya, organisasi adalah suatu sistem struktur yang mengakomodasikan orang-orang yang mempunyai fungsi dan tugas masing-masing, dan dikoordinasikan untuk mencapai tujuan organisasi,” ujarnya.
“Pengurus HMPS SPI harus mengusung kegiatan yang memberi nilai plus untuk mahasiswa SPI dan prodi, seperti kegiatan seminar, diskusi interaktif, melakukan kajian sejarah berbasis digital, serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana edukasi bagi HMPS SPI,” sambungnya.
HMPS SPI, lanjut dia, diharapkan bukan hanya konsentrasi terhadap kegiatan-kegiatan organisasi, melainkan harus memusatkan perhatian mempromosikan keunggulan-keunggulan prodi di masyarakat, serta menggelorakan literasi sejarah, agar masyarakat makin tercerahkan dan memiliki pemahaman yang komprehensif tentang sejarah dan peradaban Islam.
“Jadi, selain menggelar kegiatan-kegiatan untuk menambah wawasan mahasiswa, HMPS juga senantiasa mempromosikan program studi serta mengedukasi masyarakat,” katanya.
Sementara Wakil Dekan FUAD Bidang Kemahasiswaan, Usman Nomay menyampaikan bahwa sebagai fakultas, FUAD memiliki peran yang signifikan dalam proses transformasi STAIN menjadi IAIN pada 2014 silam.
“Transformasi STAIN menjadi IAIN adalah bagian dari keberadaan FUAD, jadi saat itu FUAD sebagai fakultas yang memegang kunci dalam proses transformasi,” terangnya.
Dia mengungkapkan, secara kualitas prodi-prodi yang ada di FUAD tak kalah saing, lantaran setiap tahun FUAD konsisten mencetak mahasiswa yang berkualitas. Selain itu, kata dia, jika dipotret dari prestasi mahasiswa, FUAD memberi gambaran yang jelas; baik untuk prestasi akademik dan non-akademik.
Untuk itu, dia menegaskan kepada pengurus HMPS SPI agar terus mendorong mahasiswa SPI untuk gemar belajar dan mencatatkan prestasi untuk program studi, sehingga dapat berkontribusi untuk keberlangsungan program studi.
“Di FUAD, Mahasiswa prodi Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT) sering menjuarai event STQ dan MTQ; baik level kabupaten dan kota, provinsi maupun tingkat nasional, sementara terkait penguasaan bidang Informasi Teknologi (IT) adalah mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI), sedangkan kemampuan menyajikan cerita sejarah dan peradaban merupakan keunggulan mahasiswa prodi SPI,” ujarnya.
“Jadi harus bangga menjadi mahasiswa FUAD,” imbuhnya.
Dia menambahkan, HMPS sebagai organisasi intra kampus adalah platform bagi mahasiswa untuk belajar berinteraksi, bekerjasama, dan melatih jiwa kepemimpinan dalam lingkungan kampus yang menggambarkan dinamika dunia nyata.
“Manfaat utama berorganisasi di kampus tentunya untuk pengembangan soft skill, ini keterampilan yang sangat dibutuhkan di dunia kerja,” ucapnya.
“Tentu, selain aktif beroganisasi, satu hal penting yang menjadi perhatian adalah jangan pernah meninggalkan aktivitas perkuliahan,” pintanya menandaskan.