Pengenalan Hisab Rukyat, Fakultas Syariah IAIN Ternate Libatkan Siswa SMA dan MA se-Kota Ternate Demonstrasikan Alat Astronomi di Landmark Ternate
Keterangan Foto: Mahasiswa dan sejumlah siswa SMA da MA melakukan foto bersama dengan Dekan Fakultas Syariah, serta para Wakil Dekan dan dosen serta tenaga kependidikan seusai pelaksanaan kegiatan pengenalan Hisab Rukyat di Landmark Ternate.
TERNATE –Tim Rukyatul Hilal Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, menggelar kegiatan pengenalan Hisab Rukyat di Landmark Ternate, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan pengenalan Hisab Rukyat selain melibatkan siswa SMA dan MA se-kota Ternate, juga dihadiri oleh alumni Fakultas Syariah dan masyarakat untuk melihat secara langsung pelaksanaan Hisab Rukyat.
Untuk diketahui, kegiatan Hisab merupakan perhitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan dalam menentukan dimulainya awal bulan pada kalender Hijriyah. Sedangkan Rukyat adalah aktivitas mengamati visibilitas hilal, penampakan bulan sabit yang tampak pertama kali setelah terjadinya ijtimak (konjungsi).
Kegiatan pengenalan Hisab Rukyat yang berlangsung tepat pukul 08.00 WIT, diawali dengan penyampaian teori terkait Hisab dan Rukyat yang disampaikan oleh dosen Fakultas Syariah Emye Tegar Handhita, S.Pd., M.Si.
Selain teori, dilanjutkan dengan mendemonstrasikan alat-lata astronomi oleh mahasiswa Fakultas Syariah serta siswa SMA dan MA, kemudian dilanjutkan dengan dialog tanya jawab seputar ilmu falak dan penentuan awal ramadan, serta kalender hijriah dan masehi.
Dekan Fakultas Syariah IAIN Ternate, Prof Dr H Jubair Situmorang, M.Ag ditemui di sela-sela kegiatan menyampaikan rasa bangga dan apresiasi terhadap Tim Rukyatul Hilal Fakultas Syariah IAIN Ternate atas tersenggaranya kegiatan pengenalan Hisab Rukyat di Landmark Ternate.
Menurut dia, kegiatan pengenalan Hisab Rukyat dengan melibatkan siswa SMA dan MA merupakan langkah awal yang baik, agar mereka memiliki pemahaman terkait Hisab dan Rukyat, serta perbedaan-perbedaan awal ramadan maupun pemahan soal kalender hijriah dan masehi.
“Kehadiran mahasiswa juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kesuksesan acara ini, demikian juga alumni,” katanya.
Dia menilai pelaksanaan kegiatan Hisab Rukyat mendapat respon positif dari siswa SMA dan MA serta mahasiswa, sehingga kegiatan yang sama bakal putuskan untuk digelar secara rutin agar memberi pemahaman secara komprehensif kepada mahasiswa, siswa maupun masyarakat.
Hal ini dilakukan dengan tujuan selain praktik, di sisi lain untuk mengenalkan program studi serta kegiatan-kegiatan akademik terkait Hisab dan Rukyat kepada masyarakat. Selain itu, dia memastikan bakal membentuk komunitas mahasiswa pecinta Falak di Fakultas Syariah IAIN Ternate.
“Kami akan terus melaksanakan kegiatan seperti ini, karena kita akan bentuk komunitas mahasiswa pecinta Falak, mereka merupakan kelompok mahasiswa yang akan intens mendemontrasikan alat astronomi dan aktif mengikuti kegiatan-kegiatan pengamatan yang dilakukan pihak terkait; baik dari Kemenag maupun dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, serta dari pihak lainnya,” ujarnya.
“Dan kita harapkan pecinta ilmu falak itu bisa mensosialisasikan terkait ilmu falaq di masyarakat,” imbuhnya.
Saat ditanya soal praktik penentuan arah kiblat, guru besar bidang fikih Siyasah IAIN Ternate itu mengatakan walaupun fakultas Syariah IAIN Ternate belum memiliki legitimasi menentukan arah kiblat.
Tapi pihaknya bakal bekerjasama dengan Kanwil Kemenag yang telah memiliki pengakuan soal kalibrasi arah kiblat, untuk bersama-sama dengan mahasiswa menggelar praktik, maupun mahasiswa dilibatkan secara langsung dalam kegiatan kalibrasi arah kiblat pada masjid dan musala.
“Kami akan bekerjasama dengan Kanwil Kemenag untuk kegiatan kalibrasi arah kiblat,” ucapnya.
“Prinsipnya, kegiatan Hisab dan Rukyat berlangsung sukses, sehingga kami sampaikan terima kasih kepada Rektor IAIN Ternate atas perhatiannya menghadirkan alat-alat astronomi fakultas Syariah,” katanya, mengakhiri. (*)