• Institut Agama Islam Negeri Ternate Indonesia

Khutbah Jum’at di Masjid Hidayah Hale Sigi Ternate, Dosen IAIN Ternate Sampaikan Pesan Soal Meneladani Akhlak Rasulullah

Khutbah Jum’at di Masjid Hidayah Hale Sigi Ternate, Dosen IAIN Ternate Sampaikan Pesan Soal Meneladani Akhlak Rasulullah

Keterangan Foto: Dosen IAIN Ternate, Asep Hedi Turmudi saat menyampaikan Khutbah Jum'at di Masjid Hidayah.

 
TERNATE – Sebagai utusan Allah SWT dan penutup para Nabi, Rasulullah SAW membawa agama Islam sebagai agama yang sempurna kebenarannya, yang membenarkan dan menyempurnakan agama-agama yang di bawa oleh utusan Allah sebelumnya, agar dijadikan pegangan oleh para hamba-Nya dalam perjalanan hidup menuju keselamatan dan kebahagiaan dunia dan akhirat. 

Hal ini disampaikan dosen fakultas Syariah IAIN Ternate, Maluku Utara, Asep Hedi Turmudi saat menyampaikan khutbah Jum’at di masjid Hidayah lingkungan Hale Sigi, kelurahan Kalumpang, Ternate Tengah, Jum’at (16/1/2026). 

Dia menyampaikan bahwa kehadiran Nabi Muhammad SAW membawa amanah suci sebagai wujud nyata dari sifat Rahman dan Rahim dari Allah SWT untuk hamba-Nya, sekaligus merupakan penyempurnaan dari semua kenikmatan yang telah Allah SWT berikan kepada seluruh penghuni alam. 

“Allah SWT tegaskan dalam Alquran surat Al-Anbiya ayat 107, bahwa Allah tidak mengutus Nabi Muhammad SAW, kecuali sebagai rahmat bagi seluruh alam,” ujarnya. 

Dia menjelaskan, pada ayat tersebut secara jelas Allah SWT menegaskan bahwa Nabi Muhammad SAW adalah insan kamil (manusia sempurna), yang pada dirinya terletak untaian mutiara hikmah sebagai obor penerang dalam hidup dan kehidupan seluruh penghuni alam. 

“Rasulullah SAW hadir untuk mengeluarkan manusia dari gelap gulita kekafiran menuju cahaya kebenaran, yaitu dinul Islam yang diridhai Allah SWT,” ucapnya. 

Untuk itu, dia menegaskan bahwa di bulan Rajab jangan hanya dipandang sebagai momentum memperingati Isra Miraj secara seremonial, melainkan yang paling terpenting adalah menghayati makna dalam sejarah Isra Miraj seperti kewajiban menjalankan salat lima waktu, serta meneladani Rasulullah SAW. 

“Isra Miraj telah menjadi tradisi umat Islam sejak dulu hingga sekarang, walaupun pelaksanaan Isra Miraj dengan cara dan bentuk yang berbeda-beda, namun tetap dalam kontek dan semangat yang sama yaitu mencintai dan meneladani Rasulullah SAW,” pintanya. 

“Kita hidup di zaman sekarang, terkadang orang pintar membangun pencitraan, akibatnya banyak orang bisa memberi contoh, tapi sedikit yang bisa menjadi contoh. Artinya memberi contoh itu gampang, namun menjadi contoh itu agak susah, akibatnya selalu ada dusta di antara kita. Untuk itu, mari kita jadikan Rasulullah SAW sebagai contoh dalam kehidupan,” sambungnya. 

Menurut dia, ada dua aspek penting yang harus dicontohi dari Rasulullah SAW yakni soal kepemimpinan dan akhlakul karimah. Untuk kepemimpinan, lanjut dia, Rasulullah menunjukkan bahwa untuk menjadi pemimpin harus bijaksana, rendah hati yakni tidak pernah memandang kedudukannya lebih tinggi dari orang lain, dan tidak memaksakan kehendak atau pendapatnya dalam memutuskan sesuatu, serta hindari sikap egois dan mementingkan diri sendiri. 

“Begitupun sama halnya dengan akhlakul karimah harus kita meniru, terlebih soal tingkah lakunya,” tegasnya. 

“Jadi, mari kita jadikan momentum peringatan Isra Miraj pada bulan Rajab ini sebagai titik tolak peningkatan aktivitas kesalehan dan pengabdian yang benar kepada Allah SWT. Karena, dengan cara inilah kita memperoleh janji Allah yakni kebahagiaan di dunia dan akhirat, serta tehindar dari ancaman siksa-Nya yang amat pedih,” pungkasnya.