Rayakan Milad Ke-12 Prodi PBS, Dekan FEBI IAIN Ternate Patok Target Raih Akreditasi Unggul di Periode Mendatang
Keterangan Foto: Dekan FEBI Dr Abu Sanmas, S.H., M.H., M.Pd bersama para unsur pimpinan serta dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa PBS melakukan sesi foto bersama seusai menggelar acara tasyakuran Milad Ke-12 prodi PBS di Studi FEBI IAIN Ternate, Jum'at (9/1/2026). Foto: Hilman Idrus.
TERNATE – Program Studi Perbankan Syariah (PBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate, Maluku Utara, merayakan Milad ke-12 pada Jum’at (9/1/2026) di studio FEBI IAIN Ternate.
Perayaan Milad ke-12 PBS dengan mengusung tema Bersinergi dan Beprestasi Menuju Program Studi yang Unggul di hadiri mahasiswa PBS, dosen, tenaga kependidikan dan seluruh unsur pimpinan FEBI IAIN Ternate.
Momen perayaan Milad PBS kali ini dikemas agak sedikit berbeda dengan perayaan Milad pada tahun-tahun sebelumnya, pasalnya koordinator prodi PBS Dr Zainal Abidin Marasabessy, M.Sc memutuskan gelar tasyakuran sebagai wujud syukur perjalanan prodi PBS.
Kegiatan tasyakuran dimulai dengan flashback kehadiran prodi D3 Perbankan di era STAIN Ternate pada periode kepemimpinan Drs Abdjan Jahja, M.Ag hingga perubahan nomenklatur menjadi prodi Perbankan Syariah di perioda pasca peresmian STAIN menjadi IAIN Ternate pada 2014 silam.
“Kehadiran prodi D3 Perbankan menjadi berkah tersendiri bagi STAIN Ternate kala itu, kemudian berproses atau perubahan nomenklatur D3 menjadi S-1 di tahun 2014 di era kepemimpinan Dr Abd Rahman Ismail Marasabessy, M.Ag,” terang Dekan FEBI IAIN Ternate, Dr Abu Sanmas, S.H., M.H., M.Pd saat membuka acara tasyakuran.
Doktor lulusan Universitas Padjadjaran, Bandung, Jawa Barat, itu mengungkapkan disaat perubahan nomenklatur prodi pada 2014 silam, prodi PBS langsung menghadirkan pengaruh besar di IAIN Ternate terkait rekrutmen mahasiswa baru.
Menurut dia, prodi PBS kala itu menjadi primadona di IAIN Ternate, karena langsung bersaing ketat dengan prodi tertua di IAIN Ternate, yakni prodi pendidikan agama Islam (PAI) saat penerimaan mahasiswa baru (PMB).
“Seingat saya, prodi PBS saat itu langsung mencatat grafik tertinggi saat PMB, karena jumlah mahasiswanya empat kelas,” ungkapnya.
“Hingga saat ini alumni prodi PBS tercatat sudah tersebar pada lembaga perbankan di Maluku Utara, Papua, Gorontalo hingga di Sulawesi Utara,” sambungnya.
Lebih lanjut, kandidat Guru Besar IAIN Ternate itu bilang, sebagai prodi tertua di FEBI, sehingga pihaknya mulai menyusun skema untuk men-drive prodi PBS meraih predikat akreditasi Unggul di periode mendatang.
“Kami mengusung ambisi dan target untuk membawa prodi PBS meraih akreditasi Unggul di tahun mendatang, karena kami sudah memiliki pengalaman saat melaksanakan Re-Akreditasi prodi,” ucapnya.
“Pada momen perayaan Milad ke-12 prodi PBS di tahun 2026 ini, kami mendoakan semoga prodi PBS terus bergerak cepat meraih akreditasi unggul, karena sebagai kakak tertua dari seluruh prodi di FEBI, sehingga kami berharap prodi PBS tampil menginspirasi,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Dekan bidang Akademik dan Kemahasiswaan FEBI IAIN Ternate, Dr Jasmin, S.Ag., MM menyampaikan setelah pihaknya melaksanakan kunjungan benchmarking di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Jakarta pada akhir Desember 2025, pihaknya menyerap informasi dan pengalaman terkait men-drive prodi PBS meraih akreditasi Unggul.
Untuk itu, dia menilai pimpinan FEBI mengusung target prodi PBS untuk meraih predikat akreditasi Unggul di tahun mendatang bukan hanya isapan jempol belaka, melainkan sudah menjadi skala prioritas yang telah dicanangkan.
Walaupun begitu, menurut alumni Pascsarjana Universitas Bhayangkara Jakarta itu, untuk meraih status prodi Unggul, tidak hanya menjadi perhatian pimpinan dan koordinator prodi, melainkan membutuhkan dukungan dari dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa serta alumni PBS.
“Jadi, dilihat dan kegiatan akademik dan kemahasiswaan, kami menilai bahwa prodi PBS di tahun mendatang bisa memperoleh predikat Unggul, tinggal bagaimana mengelola atau menyusun dokumen borang secara maksimal,” katanya.
“Prinsipnya, ke depan tidak ada pilihan lain, selain meningkatkan nilai akreditasi, karena akreditasi merupakan nilai jual prodi,” katanya.
“Kami berharap alumni prodi PBS tidak hanya memusatkan perhatian untuk bekerja di lembaga Perbankan dan Non Bank serta di birokrasi pemerintah, melainkan ikut membantu pemerintah dalam hal menciptakan lapangan pekerjaaan untuk masyarakat, dan terus menerus mensosialisasikan ekonomi syariah,” tambah Wakil Dekan II FEBI Bidang Administrasi dan Keuangan, Dr Syaifuddin, M.E.I. (*)